Cerita kecil. Dunia penuh warna.Buku mewarnai PDF siap cetak

Penjelajah hutan

Fira

Fira bermata kuning keemasan, berkelopak merah muda dan krem, serta punya rasa ingin tahu yang selalu membawanya melewati tikungan berikutnya. Ia mengintip di bawah daun, menemukan padang kecil yang belum dikenalnya, dan selalu senang menerima pelukan hangat. Petualangan kesukaannya adalah petualangan yang bisa ia bagi bersama teman.

  • Ingin tahu tentang dunia
  • Suka berpelukan
  • Menjelajahi jalan setapak hutan
Fira, makhluk merah muda dan krem bermata kuning keemasan, berdiri dengan lengan terlipat di jalan setapak hutan.
Di antara lentera hutan

TAMBAHKAN WARNA PADA CERITA

Buku mewarnai Fira

Semua buku mewarnai

40 HALAMAN · PDF

Fira dan Empat Musim Keajaiban Hutan

Ikuti Fira melewati empat musim: bangunkan bunga musim semi, siapkan piknik musim panas, jelajahi lumbung musim gugur, dan balut teman dengan syal musim dingin. Di dalamnya ada 40 halaman mewarnai bertema hutan, dari kuncup pertama hingga musim semi yang terlelap di bawah salju.

13 · Edisi bahasa€4,99

40 HALAMAN · PDF

Fira dan Rahasia Pohon Tua

Daun bertanda, tempat persembunyian di bawah lumut, dan peta terselip di antara halaman. Fira mengunjungi pohon tua yang menyimpan lebih dari sekadar harta hutan. Warnai 40 adegan pencariannya, dari sapaan pertama hingga musik kotak kenang-kenangan kecil.

13 · Edisi bahasa€4,99

40 HALAMAN · PDF

Perjalanan Mandiri Fira di Thailand

Ikuti Fira dari kuil dan pasar bunga Bangkok menuju sawah berteras, desa payung, serta pulau-pulau yang dikelilingi terumbu karang. Warnai 40 pemandangan Thailand, termasuk Air Terjun Erawan, Kuil Putih, rumah panggung, dan Teluk Maya. Setiap halaman adalah perhentian baru dalam perjalanan mandirinya.

13 · Edisi bahasa€4,99

Petualangan bersama

Buku-buku mewarnai ini mempertemukan beberapa tokoh, termasuk Fira.

40 HALAMAN · PDF

Nubo dan Fira: Keajaiban Polandia

Jelajahi Polandia bersama Nubo dan Fira. Berangkatlah dari Lapangan Kastel Warsawa menuju lokakarya kue jahe di Toruń dan naga Kraków, lalu ke danau Mazury, Pegunungan Tatra, dan sulaman Kaszuby. Sebanyak 40 halaman ini menghadirkan tempat, alam, tradisi, dan ide untuk menemukannya bersama.

13 · Edisi bahasa€4,99

40 HALAMAN · PDF

Tiga Sahabat dan Rumah yang Mustahil

Fira, Nubo, dan Orumi membangun rumah bersama, masing-masing dengan gagasan berbeda tentang wujudnya. Ide Orumi mengangkat atap, bantal melayang di udara, dan ranting menemukan jalan melewati rumah. Warnai 40 adegan saat ketiga sahabat memberi ruang untuk satu sama lain, dengan beberapa kejutan di sepanjang jalan.

13 · Edisi bahasa€4,99

40 HALAMAN · PDF

Fira dan Orumi di Portugal

Naiki trem Lisboa bersama Fira dan Orumi, kunjungi lokakarya azulejo, dan temukan istana-istana Sintra. Sebanyak 40 halaman ini juga membawamu ke kanal Aveiro, jembatan Porto, pantai berbatu Algarve, rumah-rumah Madeira, dan danau Azores. Hadirkan warnamu sendiri di setiap perhentian petualangan mereka di Portugal.

13 · Edisi bahasa€4,99

DARI CERITA DESTINAT

Setiap dunia
punya awal.

Jauh dari sini, di sebuah planet yang mirip Bumi, terbentang hutan dengan penghuni yang luar biasa. Jamur setinggi pohon tumbuh di atas aliran sungai, kuncup bercahaya menggantung di dahan, dan daun-daun lebar perlahan menggulung saat senja tiba. Di antara akar berlumut dan bunga yang bergoyang tanpa embusan angin, hiduplah Fira.

Sejak itu, menjelajah menjadi bagian hidupnya. Fira mengintip di bawah daun, mencari jalan yang belum dikenalnya, dan berhenti pada hal-hal yang dilewati orang lain begitu saja. Ia bisa berani, meskipun terkadang perlu waktu untuk mengumpulkan keberanian sebelum melangkah. Terutama saat jembatan kecil tampak kurang kokoh dan terdengar gemerisik di seberang.

Untuk menyapa, ia membuka kedua lengan kelopaknya dan menatap seolah bertanya. Setelah perjalanan sulit, tak ada yang lebih ia sukai daripada merapat pada seseorang yang dikenalnya. Dan pada malam hari, jika seharian belum mendapat pelukan hangat, ia berkeliling rumah dengan wajah murung. Ia mungkin menemukan padang kecil baru, batu kerikil tercantik di hutan, dan pulang sebelum hujan, tetapi hari itu tetap terasa belum lengkap.

Kebahagiaan Fira paling jelas terlihat di matanya. Ia tidak punya mulut, jadi saat tersenyum tatapannya menghangat, kelopak matanya sedikit terangkat, dan seluruh wajahnya menjadi ceria. Tak lama kemudian, teman-temannya bahkan bisa mengenali kilau khas yang berarti ia baru saja mendapat ide.

Lebih banyak dari cerita ini

Mata besarnya yang berwarna kuning keemasan adalah hal pertama yang menarik perhatian. Lalu tampaklah bagian lainnya: kelopak merah muda dan krem, tudung jamur yang melengkung indah, serta rumbai kecil yang bergerak setiap kali ia memiringkan kepala karena penasaran. Ia tampak seolah bunga yang tak biasa dan jamur hutan yang unik bersama-sama menemukan cara hidup baru, lalu memutuskan untuk berpetualang.

Tubuhnya lembut dan halus seperti kelopak bunga. Lapisan-lapisannya berayun perlahan saat ia berjalan, dan setelah hujan, butir air kecil berkumpul di tepian. Fira biasanya lupa mengibaskannya. Selalu ada hal yang lebih menarik yang lebih dulu mencuri perhatiannya.

Rasa ingin tahu bisa membawanya sangat jauh.

Ketika masih kecil, seluruh dunianya muat dalam satu padang kecil di hutan. Ia mengenal setiap akar yang mencuat dari tanah, hamparan lumut paling nyaman, dan daun yang melindunginya dari hujan deras. Namun suatu pagi, ia melihat cahaya keemasan di seberang sungai. Ia pergi mencari asalnya, yakin akan pulang sebelum tengah hari.

Di perjalanan ia menemukan jalan di bawah akar, padang kecil penuh benih melayang, dan jamur yang bilah-bilahnya berdengung lembut tertiup angin. Ketika akhirnya sampai, cahaya itu berasal dari bunga raksasa yang mekar tinggi di atas tanah. Fira duduk di bawahnya dan memandanginya hingga hari mulai larut. Ia pulang dengan lelah, kelopak penuh benih dan kepala penuh pertanyaan. Keesokan harinya ia sudah ingin tahu apa yang ada di balik tikungan berikutnya.

Ada satu kebutuhan sehari-hari yang tak bisa digantikan bahkan oleh petualangan terhebat: pelukan.

Matanya juga berguna saat makan. Fira memusatkan perhatian pada makanan yang dipilihnya, dan sesaat kemudian makanan itu menghilang. Makanan tidak melewati matanya; makanan itu lenyap begitu saja dari piring, seperti sulap kecil.

Stroberi dengan krim adalah makanan kesukaannya untuk dihilangkan dengan cara itu.

Ada satu syarat: harus ada orang lain di sana. Fira bisa duduk sabar di depan mangkuk kecil yang penuh, menunggu teman. Baru ketika porsi kedua datang dan seseorang duduk di sampingnya, matanya kembali berbinar penuh kegembiraan.

Tentu saja, Fira juga bisa merajuk. Ia bisa tersinggung karena hal kecil, melipat lengan, dan memalingkan wajah dengan ekspresi begitu menggemaskan sehingga permintaan maaf kadang datang sebelum siapa pun memahami apa yang terjadi. Ia juga sedang belajar kembali setelah merajuk, mengakui kesalahan, dan lebih dulu membuka lengan untuk berpelukan. Biasanya ia tidak tahan lama; ia terlalu penasaran dengan kegiatan teman-temannya.

Kini Fira mengajakmu ikut berpetualang. Halaman mewarnainya penuh penemuan di hutan, tempat luar biasa, kesalahpahaman kecil, dan pertemuan yang tumbuh menjadi persahabatan.

Duduklah dengan nyaman dan siapkan pensil warnamu. Fira sudah melihat sesuatu di balik tikungan berikutnya.

LEBIH BANYAK CERITA UNTUK DIJELAJAHI

Siapa yang akan kamu temui berikutnya?

Semua tokoh